Keluarga saya dan pesan kearifan keluarga
Ini adalah semua cucu dari Alm.R.H HERU SUWETODJO dan Alm.Ny.H. HERU SUWETODJO,dari kiri belakang bernama Indrianti dia cucu pertama dari keluarga Esti herawati .dan seterus nya kiri belakang nomer 2 bernamaR.Bagas selaku saya sendiri saya cucu ke empat dari keluarga Sri koesuryaning tyasasi dan seterus nya yang berada ditengah bernamaR.Arief permana dia cucu ke tiga dari keluarga Esti herawati.dan seterusnya kanan atas bernama R.Muhammad irfan selaku kakak saya sendiri dari keluarga Sri koesuryaning tyasasi dan yang di gendong bernama R.Nova surya firmansyah selaku adik saya sendiri dari keluarga Sri koesuryaning tyasasi
PESAN KEARIFAN DALAM KELUARGA
Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Paulus Wirutomo MSc, mengatakan, keluarga adalah tempat pertama bagi seseorang untuk belajar tentang kehidupan, sebagai seorang warga masyarakat yang baik. Setiap anggota keluarga, belajar tentang nilai-nilai kehidupan, norma, sikap dan perilaku. Apa yang ditanamkan di dalam keluarga akan menjadi pegangan hidup yang penting bagi seseorang dalam berperilaku di tengah masyarakat.
"Itu sebabnya, keluarga menjadi elemen penting dalam menyiapkan generasi yang kuat, sehat secara fisik dan mental, agar dapat berkontribusi secara positif terhadap bangsa dan negara," ungkap Prof Paulus, di Jakarta, Rabu (2/8).
Prof Paulus menambahkan, pesan kehidupan di dalam keluarga, pasti akan dihadapkan dengan berbagai pengaruh-pengaruh lain di dalam perkembangan jaman. Kondisi masyarakat berubah dari masa ke masa dan tantangan kehidupan di setiap era bisa berbeda.
"Maka, pesan kearifan keluarga akan diuji seiring berjalannya waktu. Umumnya, pesan kearifan keluarga mengandung nilai-nilai dasar kebaikan akan selalu menjadi bahan pertimbangan penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan yang tengah dihadapi oleh tiap generasi keluarga sebagai suatu pegangan hidup," kata dia.
Prof Paulus menyebutkan, salah satu pesan kearifan keluarga yang umumnya sering diajarkan adalah tentang menjaga kesehatan fisik. Pesan kearifan tersebut adalah pesan yang baik karena kesehatan jasmani anggota masyarakat berperan dalam pembangunan bangsa. Umumnya, bangsa yang kuat dan maju itu didukung oleh kondisi masyarakat dengan kesehatan fisik yang baik, mens sana in corpore sano (di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat), sehingga mereka dapat beraktifitas dan berkarya dengan optimal.
"Maka, pesan kearifan keluarga untuk menjaga kesehatan jasmani berperan untuk membentuk keluarga yang kuat dan berujung pada bangsa yang kuat," ujarnya.
Senada dengan penjelasan Prof Paulus, mantan atlet bulutangkis peraih medali emas Olimpiade 1992, Alan Budikusuma dan Susi Susanti, mengatakan, keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan mereka berdua. Keluarga adalah pendukung utama mereka untuk berprestasi di olahraga bulutangkis. Tidak hanya meyakinkan mereka bahwa prestasi itu dapat diraih dengan kerja keras, orang tua juga adalah sosok spesial yang mendidik bahwa keberhasilan harus diraih melalui kedisiplinan, mengelola jadwal latihan dengan baik, dan memastikan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, serta kebiasaan positif lainnya seperti minum susu.
"Kini, pesan kearifan yang sama saya teruskan kepada anak-anak kami dan anak-anak yang kami latih, bahwa menjadi juara harus disiapkan dari sekarang. Butuh kerja keras, pantang menyerah, dan fokus menjaga kesehatan diri agar dapat memberi sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara di masa depan," ujar Susi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAwakmu cilikmen gas 😂
BalasHapusgenah
HapusGood
BalasHapusSiip
BalasHapus